Wednesday, 5 February 2025

finding purpose through spiritual connection

When we find calmness in our worship and bring ourselves closer to it, we have found the most important and meaningful thing in this life.

More than anything in the world, I must keep looking for the strength to find myself and God in this life. Perhaps this is the purpose of human life - to find the meaning and purpose of our existence. Why were we created?

By knowing God more closely and truly, if someone is sincere in their intention to seek the truth, God will surely show them the way.

khayal dgn nikmat

Hidup ini terlalu pantas, sering mengkhayalkan aku bila mudah terleka dengan nikmat. Kembalilah bermuhasabah, memperbaiki iman dan kembali mendekatkan diri kepadaNya.

6 feb 25, seremban

Saturday, 1 February 2025

Lagu Untuk Esok Hari

Ku coretkan warna sepi
Di senja begini aku sendiri
Mengharap badai
Membisik lagi
Lagu harapan utk esok hari.

Kau lagukan warna pelangi
Meski haluan tetap jalan berduri
Kau dan aku bertemu nanti
Apa yg bakal dihitungi.

Singkaplah tabir ini
Aku mencari erti
Pimpinlah hati ini
Mencumbu ketenangan abadi

Bawalah aku ke sana
Ke malam seribu mimpi.

28 feb seremban.

Monday, 12 August 2024

Di Jalan Lurus Yang Hilang

Separuh perjalanan hidup
dalam hutan gelap,
di jalan lurus telah hilang.

Sukarnya untuk menceritakan
Betapa liar,kasar dan keras rimba ini,
memikirinya ketakutan ku tidak pnah reda.

Pahitnya, hampir seperti kematian
Ketika aku telah meninggalkan jalan yang benar.
Sesampai di kaki gunung,
di mana lembah itu berakhir,
menusuk hatiku dengan kegentaran,

Aku memandang ke atas,
Puncak diselubungi cahaya planet
Yang memimpin orang lain dengan betul di setiap jalan.

Dan seperti orang yang nafasnya tersengal-sengal,
Keluar dari laut ke pantai,
Berpaling untuk memandang air berombak bahaya itu;
Lantas berbisik suara hati:

"Begitulah jiwaku, yang masih saja melarikan diri,
Berpaling untuk melihat kembali jalan,
Yang belum pernah ditinggalkan oleh
Setiap insan hidup penghuni alam."

Bayangan hijap yg semakin pudar

Kita telah jalani hidup dengan tujuan yg jauh dari paksi kebenaran. Apa yg diajar, kita harus mengejar dunia dan meraih segala kenikmatan yang zahir di depan mata.

 Namun selaku manusia, kita tidak dpt lari dari naluri keghaiban ttg wujudnya pengertian yg lebih dalam ttg kehidupan. Cthnya, dgn khusyu kejar kekayaan kita masih saja akan merasakan kekosongan dalam diri dan pencarian itu tidak pnh smpi kpd titik puas dan tenang yang selama ini kita cari. Apakah lantaran cuba dibisikkan oleh naluri kita yg sebenar? Sudah pasti ade yg tidak kena dengan kaedah, persepsi dan pemikiran yg digunapakai dalam kehidupan seharian kita.

Penciptaan adalah sst yg menjauhkan kita kepada pencipta dan kebenaran. Kebenaran akan terserlah bila satu per satu penciptaan dilenyapkan dan kita akan mula melihat sesautu di sebalik hijab atau yg ghaib itu. Maka dengan cari menambah kekayaan dunia hanya akan menjauhkan kita melihat byg2 disebalik hijab itu di dalam kehidupan ini. Hati2lah bile kita mula cenderung akan cintakan dunia. kerana di saat itu  kita mula lenyap ingatan terhadap betapa sementaranya hidup. Dan lebih malang lagi, lupa akan pertemuan kita dengan Sang Khaliq utk perbicaraan makhamah kehidupan.

Thursday, 18 January 2024

kisah nabi musa dan nwbi khidir

Aku mohon sedikit pjelasan ust ttg kisah nabi khidir dan nabi musa. Apa pgajran penting ttg ke -tidaksabaran nabi musa terhadap tindakan/pgajran nabi khidir? Ttg tindakan nabi khidir memecah kapal , bunuh kanak2,  perbuatan yg kita fikir  salah dri segi akal tpi mempunyai hikmah tersendiri. Apa yg bole kita belaja dlm kontek kehidupan zaman ini. 

Ust jelaskan, bila nabi tnya siapa lebih pandai dri dia,tuhan berkata ade seorg lain lebih pandai. Maka nabi musa tekad cari jalan menemui beliau, iaitu nabi hidir. Apabila ketemui, ia telah membeza dua ilmu iaitu ilmu syariat( yg dimiki nabi musa) dan ilmu hakikat yg dimiliki oleh nabi hidzir daripada tuhan. Mmg benar perbuatan membunuh tu salah dan wajib kita mengikutinya. Namun payung hakikat menyedarkan kita ttg hikmah yg sst yg berlaku. Mungkin akal tak mampu menjaring makna tersebut tpi tuhan lebih mengetahui. Ia bkn perlu bermaksud utk kita ikut cara hakikat, cth tak perlu sembahyang kerana kita rase ade khidmahnya. Selaku manusia kita mempunyai 3 perkara yakni , doa, ikhtiar dan tawakul. Ini semua adalah harapan kita sbgai makhluk yg bernama manusia. Allahua'lam

Only Four Wives for Muslims

In earlier cultures, Arabs practiced polygamy which led to conflicts in determining the paternity of their children.

However, the Qur’an came to restore the dignity of women as human beings, their chastity, and the purity of human lineage. So, the following Qur’anic ayah was revealed:
{And if you fear that you will not deal justly with the orphan girls, then marry those that please you of [other] women, two or three or four. But if you fear that you will not be just, then [marry only] one or those your right hand possesses. That is more suitable that you may not incline [to injustice} (An-Nisa’ 4:3)

Allah the Almighty commanded that men should stop having more than four wives. As a result, the companions of the Prophet who had more than four wives divorced the extra wives in obedience to Allah's decree.

The wives of the Prophet were exempted from a decree in a later ayah of the Qur'an.:
{Not lawful to you, [O Muhammad], are [any additional] women after [this], nor [is it] for you to exchange them for [other] wives, even if their beauty were to please you, except what your right hand possesses. And ever is Allah, over all things, an Observer} (Al-Ahzab 33:52)

Allah exempted the Prophet's wives from the divorce  because as prophet wife they couldnt remarry.

The Prophet was allowed to keep his wives. However, he could not have any other wives other than the original nine.

The Qur’an says:
{And it is not [conceivable or lawful] for you to harm the Messenger of Allah or to marry his wives after him, ever. Indeed, that would be in the sight of Allah an enormity [atrocity]} (Al-Ahzab 33:53

Polygamy was prevalent in all cultures before Islam. The Prophet had the most rigid restriction compared to other Muslims. He was not allowed to take any other wives, while other Muslims were permitted to marry up to four. Islam rationalized and restricted the practice of polygamy to preserve human relationships based on dignity and mutual respect.









finding purpose through spiritual connection

When we find calmness in our worship and bring ourselves closer to it, we have found the most important and meaningful thing in this life. M...