Separuh perjalanan hidup
dalam hutan gelap,
di jalan lurus telah hilang.
Sukarnya untuk menceritakan
Betapa liar,kasar dan keras rimba ini,
memikirinya ketakutan ku tidak pnah reda.
Pahitnya, hampir seperti kematian
Ketika aku telah meninggalkan jalan yang benar.
Sesampai di kaki gunung,
di mana lembah itu berakhir,
menusuk hatiku dengan kegentaran,
Aku memandang ke atas,
Puncak diselubungi cahaya planet
Yang memimpin orang lain dengan betul di setiap jalan.
Dan seperti orang yang nafasnya tersengal-sengal,
Keluar dari laut ke pantai,
Berpaling untuk memandang air berombak bahaya itu;
Lantas berbisik suara hati:
"Begitulah jiwaku, yang masih saja melarikan diri,
Berpaling untuk melihat kembali jalan,
Yang belum pernah ditinggalkan oleh
Setiap insan hidup penghuni alam."
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
finding purpose through spiritual connection
When we find calmness in our worship and bring ourselves closer to it, we have found the most important and meaningful thing in this life. M...
-
When we find calmness in our worship and bring ourselves closer to it, we have found the most important and meaningful thing in this life. M...
-
Yesterday, I officially became a student again. Stepping back onto campus felt like inhaling the aroma of fresh coffee - invigorating and fa...
-
Ku coretkan warna sepi Di senja begini aku sendiri Mengharap badai Membisik lagi Lagu harapan utk esok hari. Kau lagukan warna pelangi Meski...
No comments:
Post a Comment